Author Archives: mirws

About mirws

humble, like to share and love wisdom ^_^ (background: Batik pattern is truly Indonesian traditional cloth)

Intranet Single Sign On Menggunakan Active Directory Account 1

Pren semua… lama ga nge-blog. Nah hari ini saya mau mencoba menjelaskan bagaimana kita bisa membuat sebuah sistem single sign on (SSO) di aplikasi Intranet kita, plus SSO tsb harus terkoneksi ke akun Active Directory sehingga setelah user tidak lagi perlu mengingat banyak password utk setiap aplikasi intranet yang ada, karna user hanya perlu mengingat password login ke komputernya yg dalam hal ini di asumsikan menggunakan Active Directory.

SSO sistem ini bukanlah hal yang asing khususnya bagi rekan2 yang saban harinya memainten segala macam aplikasi intranet. Atau saya yakin rekan2 juga pengguna salah satu aplikasi layanan dari paman Google, coba kita perhatikan baik2.. setiap aplikasi yang membutuhkan user security kita di Google.com otomatis kita akan di bawa ke suatu halaman yang mana setelah kita login akan di teruskan kembali ke halaman semula yg kita tuju. Artinya adalah, Google.com memberikan kita kemudahan agar tidak selalu membuat akun yang baru utk setiap layanan yang ia tawarkan, hanya dengan menggunakan salah satu akun yg pernah kita punya, spt akun email.

SSO sistem sendiri pengertiannya adalah :

Single sign-on (SSO)is a session/user authentication process that permits a user to enter one name and password in order to access multiple applications. The process authenticates the user for all the applications they have been given rights to and eliminates further prompts when they switch applications during a particular session

Yang kira2 klo di terjemahin jadi

proses otentikasi pengguna/session yang mengijinkan pengguna untuk memasukkan nama & password dalam upaya mengakses sejumlah aplikasi. Proses mengotentikasi pengguna untuk semua aplikasi yang sesuai dg hak  akses yg diberikan dan menghilangkan (proses otentikasi ulang) lebih lanjut ketika mereka beralih antar aplikasi selama sesi meraka belum berakhir

SSO sistem sendiri sesungguhnya sudah sangat umum kita jumpai di internet, coba saja rekan2 googling dengan kata kunci “Single Sign On”, berjubel link yang mengarah kesuatu software SSO baik free maupun berbayar dapat kita temukan. Namun kali ini kita akan coba membuat SSO made-in-dewe dengan asumsi intranet yang kita miliki scope nya tidak cukup besar, tidak  terlalu mengawatirkan security issue  karena data-data penting tidak terekspos di intranet dan terakhir sebagai bahan eksperimen agar lebih memahami prinsip2 SSO secara sederhana hehehe… (ini neh point utama nya, kapan lagi punya kesempatan gini… !!???).

Karena akan menjadi sangat panjang penjelasannya, akan saya bagi dalam beberapa post. Di  post selanjutnya akan kita bahas skema dasar sistem SSO yang akan kita buat.

Iklan

Konfigurasi Maximo Report Plugin Pada BIRT 2.6.1

Pada dasarnya, maximo versi 7.1 disertai plugin BIRT designer untuk versi 2.1.2 dan hingga kini pun saya masih menggunakan versi ini dalam develop maupun perawatan report-report maximo yang sudah di deploy.

Beberapa waktu lalu saya menjumpai kendala dengan kekurangan BIRT designer versi 2.1.2 ini. Sebagai contoh, pada versi 2.1.2 tidak kita jumpai komponen untuk membuat Cross-Tab report, konsekuensi nya adalah; untuk membuat Cross-Tab report kita harus memanipulasi data yang di query ke dalam susunan yang dapat membentuk suatu Cross-tab report. Dan pastinya ini akan berdampak pada effort kita melakukan scripting baik proses query data (SQL) maupun proses penyusunan data-data hingga di dapat sebuah report Cross-Tab.

Versi BIRT terbaru sudah dilengkapi dengan komponen ini, dan sebagai maximo report developer sudah barang tentu BIRT designer terbaru sangat menarik untuk di gunakan. Dan kali ini kita akan coba meng-konfigurasi BIRT designer versi 2.6.1 agar dapat di gunakan sebagai maximo report designer. Langkah-langkahnya tidak jauh berbeda dengan mengkonfigurasi BIRT designer pada versi 2.3.2. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Download lah BIRT designer 2.6.1 dari sini
  2. Unzip BIRT Designer 2.6.1 ke drive D:\birt_261
  3. Copy oraclethin.jar keD:\birt_261\plugins\org.eclipse.birt.report.data.oda.jdbc_2.6.0.v20100524\drivers
  4. Copy maximo data source driver ke D:\birt_261\plugins\org.eclipse.birt.report.viewer_2.6.0.v20100605\birt\WEB-INF\classes
  5. Unzip oraclethin.jar ke D:\birt_261\plugins\org.eclipse.birt.report.viewer_2.6.0.v20100605\birt\WEB-INF\classes
  6. Copy mxreportdatasources.properties ke D:\birt_261\plugins\org.eclipse.birt.report.viewer_2.6.0.v20100605\birt\WEB-INF\classes
  7. selesai.

Seharusnya di D:\birt_261\plugins\org.eclipse.birt.report.viewer_2.6.0.v20100605\birt\WEB-INF\classes  akan tampak seperti ini

Sekarang cobalah jalankan BIRT designer anda, dan buatlah sebuah report sederhana, tapi sebelumnya jangan lupa untuk melakukan konfigurasi maximo Template report dan Libraries nya. Seharusnya jika tidak ada yang kelirus, BIRT designer 2.6.1 sudah bisa digunakan untuk membuat maximo report.

Selamat mencoba..!!! 😀


Ext BIRT Viewer

Bosan dengan tampilan BIRT Viewer… :S kadang juga jengkel dengan tidak adanya inputan utk tipe data DateTime… huff!##$# 😦 , kali ini saya sedang mencoba memodifikasi BIRT Viewer aslinya ke tampilan EXTJS BIRT Viewer. BIRT Viewer yang mau saya modifikasi adalah versi 2.5.1, namun sebelum melangkah lebih jauh, sementara ini saya cuma “mengakali” nya dengan membuat viewer yang terpisah dari aplikasi BIRT Viewer aslinya. Lanjutkan membaca


How To Add Custom Field for Remark in Current Balance Adjustment

Hi guys 🙂

This is the right time to hack our new toys,… yes this is my new toy now, “Maximo Asset Management”. Someone   (warehouse clerk ) ask me to add a field for remark when they want to adjust some item in the inventory,  so I have to do this… Lanjutkan membaca


Flex 2, ExtJs & BIRT: The Best Combination

Akhirnya aplikasi intranet ini benar2 menjadi gabungan 3 teknologi yang berbeda, yang masing2 nya mampu menunjukan kekuatannya sendiri-sendiri. Tidak disangka usaha selama ini menjadi perwujudan 3 kombinasi teknologi yang benar2 saya kagumi.

Intranet ini terdiri dari gabungan ExtJS dari sisi Main Menu interface nya,  dan sebagai pondasi sub-sub aplikasi, saya gunakan Adobe Flex dan untuk reporting sedang dalam proses peralihan ke BIRT.

Penyedia data-data, terdiri dari Oracle 9g (CMMS Maximo), MS SQL 2005 dan PI System.

So guys, coba pertimbangkan ke 3 teknologi ini untuk membangun web application yang power puoooll deh…

Berikut screen shot yang lain :


PI Data Link 3.1 – Excel Add-Ins, Gagal di jalankan pada MS. Excel 2003

Laptop salah seorang rekan selama 1 minggu yg lalu telah sukses di “perkosa” secara bergilir 😀

Penyebabnya tidak lain karna PI Data-Link ver 3.1 yang kami gunakan di plant, berkali-kali tidak bisa di jalankan di MS. Office nya… Padahal pada laptop lamanya tidak ada masalah. MS. Office 2k3 yang di install kami jadikan kambing hitamnya, kami berkali-kali meng-reinstall-nya. Dan tak lupa PI SDK dan PI Data-link pun sudah kami re-install juga. Namun segala macam usaha tetap tidak membuahkan hasil. PI Datalink tidak bisa di buka pada Excel. Tidak ada pesan error pada saat installasi berjalan. Pun, saat di jalan kan, excel tidak menunjukkan keganjilan sama sekali. Kami coba samakan antara 2 komputer yang terinstall PI SDK dan PI Data-link… laptop A, PI Data-link bisa berjalan mulus, sedangkan laptop “korban” yang terinstall aplikasi yang persis hampir sama, namun PI Data-linknya tidak bisa berjalan. Tidak ada aplikasi yang aneh..di 2 komputer itu. Hmm… 😦

Salah seorang teman menunjuk pada installasi Microsoft Dot Net yang terinstall di laptop A. Ya… microsoft Dot Net versi 1.1, sedangkan di laptop B, wah… ini dia mungkin yang menjadi biang. Ternyata versi lebih tinggi versi 3.

Tapi masa sih versi yang lebih tinggi tidak di dukung oleh PI Data-link 3.1???? Tak ada salahnya untuk di coba, dan kamipun menginstall dot.Net tambahan di laptop B.

Setelah dengan ber-H2C sesaat ketika proses installasi berjalan, akhirnya kami menemukan bahwa versi  Dot.Net -nya lah yang menjadi biang selama ini. 😀 puffs… lega juga akhirnya… soalnya bukan knp2.. yg empu-nya laptop orangnya cerewet puuoolll…  hehehehe… (peace mr.K )


Cross Tab report pada BIRT 2.1.2

Ketika di release, BIRT 2.1.2  belum memiliki feature untuk membuat report cross-tab,.. lain hal nya dg release terbaru versi 2.5 yg cukup mempuni untuk sebuah aplikasi reporting tools yg buat saya sangat power full .

Pada waktu lalu ketika perusahaan tempat saya bekerja mengimplementasikan Maximo, BIRT dipilih sebagai aplikasi reporting nya. Dan tantangan terbesar ketika itu adalah memenuhi kebutuhan user untuk sebuah report ( Tender Evaluation Sheet) yang mau tidak mau menggunakan model cross-tab report.

Salah satu trik yg bisa digunakan untuk mengatasi keterbatasan BIRT 2.1.2 dalam membuat Cross-tab report adalah dengan mengolah data2 yang di query sehingga dapat di tampilkan dalam format “cross-tab” report. Tentu saja trik ini mempunyai kekurangan dari sisi size dari file report menjadi membengkak akibat banyak nya script utk mengolah data sehingga dapat di tampilkan dalam format “cross-tab”. Namun paling tidak, kehandalan BIRT tetap terbukti dari sisi scripting nya yg cukup power full untuk menampilkan data dalam bentuk dan format apa pun.

(Pada screen shot diatas adalah bentuk tampilan jadi yang di hasilkan dari cmms maximo kami, merupakan halaman 1 dari 4 halaman dimana 3 halaman pertama adalah perbandingan quotation vendor sedangkan halaman ke 4, lembar persetujuan untuk quotation yang dipilih. Nama vendor dan beberapa teks kami samarkan demi privasi perusahaan )